Presiden Ingin TKI Dibekali Telepon Genggam
Antara - Jumat, 19 November 2010
Presiden Ingin TKI Dibekali Telepon Genggam
Jakarta (ANTARA) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di luar negeri akan dibekali telepon genggam oleh pemerintah agar mereka dapat cepat melapor apabila sesuatu tidak dikehendaki terjadi pada diri mereka.
Usulan tersebut dilontarkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai rapat kabinet terbatas membahas pelindungan TKI di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
"Sedang dirumuskan memberi "hp" pada orang per orang tenaga kerja kita. harus disampaikan kepada siapa konsulat jenderal kita, juga di dalam negeri, setiap saat, "real time", nomor telepon yang bisa dihubungi untuk dia komunikasi secara instan (langsung, red) kemudian sistem bekerja. Ini sedang kita rumuskan, dilaksanakan di waktu yang akan datang," jelasnya.
Presiden mengakui selama ini pemerintah tergolong lambat mengetahui informasi TKI yang mengalami kekerasaan ataupun masalah lain seperti gaji yang tidak dibayarkan.
Apalagi, menurut Presiden, memang terdapat semacam ketertutupan di Arab Saudi sehingga TKI yang bermasalah di negara tersebut tidak mudah diketahui nasibnya oleh pemerintah.
"Selama ini seringnya terlambat kita mengetahui kalau saudara-saudara kita mengalami masalah serius, apalagi di Saudi Arabia dilaporkan para menteri memang ada semacam ketertutupan tidak mudah mendapatkan informasi segera yang cepat," ujarnya.
Negara tertentu
Untuk itu, Presiden mengatakan pemerintah akan mengevaluasi keberadaan TKI di negara-negara tertentu yang ternyata tidak mudah dilakukan kesepakatan dalam bentuk nota kesepahaman pada tingkat bilateral untuk perlindungan para TKI.
Pemerintah, lanjut Kepala Negara, menginginkan suatu keterbukaan serta kerja sama yang baik antara negara penerima TKI serta kontrak yang transparan antara pekerja dan penerima TKI di negara tersebut.
"Pemerintah Indonesia ingin suatu "fairness"(jujur, red) , kerja sama, sikap yang kooperatif, karena sebetulnya tenaga kerja kita itu bekerja untuk ekonomi mereka. Ada "take and give", "supply and demand", bukan begitu saja terjadi. Untuk itu harus ada kesepakatan antara pemerintah pada tingkat bilateral dan kontrak seperti yang sudah kita lakukan dengan Malaysia," tutur Presiden.
Presiden mengatakan pemerintah akan meninjau kembali kerja sama dengan negara-negara penerima TKI meski sebagian besar telah memiliki nota kesepahaman untuk keamanan dan perlindungan TKI.
Apabila terdapat negara yang tidak memberikan transparansi dan tidak mau membuat nota kepahamanan, lanjut Presiden, maka pemerintah Indonesia akan melakukan langkah diplomasi maksimal dan apabila upaya tersebut gagal maka pemerintah akan berbicara dengan TKI yang berada di negara tesebut.
"Karena pemerintah ingin melindungi mereka meski bekerja itu pilihan, tetapi negara, pemerintah, ingin melindungi mereka. Terhadap satu, dua negara, yang masih belum memiliki instrumen, belum menunjukkan "fairness", keterbukaan, akan kita pastikan bisa dilakukan begitu," jelas Presiden.
Tidak kenal
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan negara-negara di Timur Tengah pada umumnya memang tidak mengenal nota kesepahaman untuk tenaga kerja di sektor informal.
Namun Marty menolak menjelaskan ketertutupan informasi di Arab Saudi seperti yang disampaikan oleh Presiden Yudhoyono dalam pengantar penutup rapat.
Rapat Kabinet Terbatas dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar.
Kemudian, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari, Wakil Menteri Luar Negeri Triyono Wibowo, serta Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto.
Dalam rapat tersebut, Presiden meminta agar kasus Sumiati diusut tuntas dan satu kasus lainnya, yaitu pembunuhan seorang TKI asal Jawa Barat di Arab Saudi dapat diperjelas informasinya karena pemerintah masih menerima keterangan yang simpang siur.
"Kita ingin pastikan bahwa Sumiati dan satu lagi sedang dicek karena informasinya agak berbeda satu sama lain. Kita ingin pastikan juga bahwa dua insiden ini betul-betul dilakukan investigasi secara tuntas," demikian Presiden.
bintang sentosa
Entri Populer
-
Semakin luas penggunaan komputer membuat orang tidak lagi asing dengan perangkat leptop. perangkat canggih yang satu inibanyak digunakan or...
-
Presiden Ingin TKI Dibekali Telepon Genggam Antara - Jumat, 19 November 2010 Presiden Ingin ...
Minggu, 21 November 2010
Senin, 15 November 2010
Lindungi Produk Dengan Paten
Semakin luas penggunaan komputer membuat orang tidak lagi asing dengan perangkat leptop. perangkat canggih
yang satu inibanyak digunakan orang untuk membantu aktivitas mereka sehari-hari.
karena fungsinya yg cukup vital ditambah sifatnya yg mudah dibawa kemana-mana, beragam aksesoris pendukungnya juga banyak diburu orang.
Mulai dari tas, fan cooler, hingga pelapis pelindung leptop juga ditawarkan ke konsumen penggunanya.
di ketahui atau tidak, bisnis aksesoris ini juga tidak kalah menggiurkan dengan perangkat leptop sendiri.
hal ini pula yang menginspirasi juananda sutan assin atau bisa disapa nana dalam membangun bisnis tatakan leptop dengan nama leptopper.
leptopper merupakan alas meja atau yang terbuat dari kayu dan bantal buatan. biasa digunakan sebagai meja pengganjal saat leptop dioprasikan diatas kaki atau paha pengguna.
bantalannya yang terbuat dari kain dengan isian bola-bola busa membuat kaki atau paha tetap nyaman meski menyangga leptop. selain itu alas meja di atasnya juga membuat leptop akan berada posisi sempurna saat di oprasikan.
Dengan leptopper, leptop dapat dioprasikan saat penggunanya berada didalam mobil, di atas kasur, hingga kursi sofa saat santai atau meeting dalam suasana informal
"pengguna leptop saat ini sudah sangat banyak dan funsinya yang mobile membuat leptop suka ditengteng kemana-mana sehingga leptopper membantu pengguna"
.
yang satu inibanyak digunakan orang untuk membantu aktivitas mereka sehari-hari.
karena fungsinya yg cukup vital ditambah sifatnya yg mudah dibawa kemana-mana, beragam aksesoris pendukungnya juga banyak diburu orang.
Mulai dari tas, fan cooler, hingga pelapis pelindung leptop juga ditawarkan ke konsumen penggunanya.
di ketahui atau tidak, bisnis aksesoris ini juga tidak kalah menggiurkan dengan perangkat leptop sendiri.
hal ini pula yang menginspirasi juananda sutan assin atau bisa disapa nana dalam membangun bisnis tatakan leptop dengan nama leptopper.
leptopper merupakan alas meja atau yang terbuat dari kayu dan bantal buatan. biasa digunakan sebagai meja pengganjal saat leptop dioprasikan diatas kaki atau paha pengguna.
bantalannya yang terbuat dari kain dengan isian bola-bola busa membuat kaki atau paha tetap nyaman meski menyangga leptop. selain itu alas meja di atasnya juga membuat leptop akan berada posisi sempurna saat di oprasikan.
Dengan leptopper, leptop dapat dioprasikan saat penggunanya berada didalam mobil, di atas kasur, hingga kursi sofa saat santai atau meeting dalam suasana informal
"pengguna leptop saat ini sudah sangat banyak dan funsinya yang mobile membuat leptop suka ditengteng kemana-mana sehingga leptopper membantu pengguna"
.
Langganan:
Postingan (Atom)

